Posts

Showing posts from October, 2017

Teruntuk Kalian yang Sedang Mempersiapkan Pernikahan...

Dear kalian....para pasangan calon pengantin yang berbahagia. Tidak terasa waktu untuk kalian melepas masa lajang akan segera tiba. Bagaimana perasaan kalian...??? Tegang? Stress? Deg-degan? Seolah banyak sekali yang harus dipersiapkan tapi bingung mau mulai darimana? Mendadak pasangan berubah menjadi sensitif dan suka marah-marah? Ya...ya....ya....aku paham rasa itu. Rasa yang dulu pernah aku rasakan juga. Sewaktu aku remaja dulu, aku sempat bermimpi punya pernikahan impian. Dimana aku jadi ratu sehari, dan jadi pusat perhatian. Semua mata memandang kearahku, memakai gaun pengantin idaman dan segala pernik-pernik pesta yang lain dari biasanya. Kurasa impian seperti itu adalah wajar dan dirasakan oleh hampir semua anak gadis yang menginjak remaja.  Teruntuk kalian yang akan segera menikah. Ketahuilah, berbahagialah. Karena banyak wanita diluar sana yang masi dalam tahap mencari pasangan hidupnya, berlutut di hadapan Sang Pencipta agar disegerakan bertemu dengan jodohnya. ...

Serba-Serbi MakeUp Artist (a.k.a Tukang Rias) :)

Makeup...I love makeup dan segala pernak perniknya. Ada pepatah yang mengatakan: pekerjaan paling menyenangkan adalah hobi yang dibayar. Ya itu benar sekali. Sangat menyenangkan saat karya kita bisa disukai dan membuat bahagia orang banyak. Ada juga yang bilang: enak ya jadi makeup artist (karena kita rakyat Indonesia, maka mari gunakan bahasa Indonesia. bahasa merakyatnya: tukang makeup). Kerja bentar cuma poles-poles doang, dibayar gede. Hehehehehe. Tapi tahukah kamu...bahwa kondisi tiap daerah itu berbeda? Niii saya ceritain dari sudut pandang saya yaaa 1. Jadi tukang makeup itu, harus siap kurang tidur. Bangun jam 2 subuh udah mesti siap dilakonin. Liat anak suami jam segitu lagi enak-enaknya tidur dibalik selimut, kita harus melek, mandi, berangkat. Brrrrrr...... 2. Kalau dalam satu hari itu ada banyak pekerjaan rias yang harus dilakoni, siap-siap bawa stop watch di otak sndiri dan menargetkan diri sndiri per job harus slesai jam brapa. Namun hasil makeup harus tetap bagus. G...

Malaikat dengan Cela

Aku telah mengenalnya, sekian lama. Sepanjang usia ini, sejauh aku bisa mengingatnya.  Ingatan samar-samarku datang saat sosok itu berlari mengejar langkah-langkah kakiku yang kecil. Atau saat lengan itu menggendongku sambil merawat rumah. Serta saat belaian lembut itu menidurkan aku dalam peraduan. Beberapa kali teringat mata-mata lelah yang tak tidur kala menjagaiku saat ku sakit, atau bujuk rayu agar ku habiskan makan siangku. Dua sosok manusia, biasa-biasa saja, tidak ada yang istimewa. Hanya dua orangtua yang tidak mengerti derasnya perkembangan jaman dan gejolak jiwa di diri anak muda. Berkali-kali bibir ini mengumpat mereka, atau menjelekkan mereka didepan para teman bergaul ala kawula muda. Seringkali pula agar dapat dikabulkan apa yang jadi kenginginan diri sendiri, akhirnya terucap dusta. Kerasnya usaha mencari rejeki, kuanggap biasa saja, bahkan sudah seharusnya. Namun, seiring dengan bertambahnya kedewasaan diri ini, perlahan tapi...

Saat Segalanya Berubah

Sore yang mendung ini, aku hanya duduk terdiam dengan secangkir kopi susu dingin kesukaanku. Dinginkah kopi ini? Atau terasa pahit? Atau manis? Rasanya lidah ini sudah berubah kebas, sekebas hatiku. Dear kamu, baru semalam kau tanyakan padaku kembali, bagaimana perasaanku padamu? Apakah aku mencintaimu seperti dulu? Cintakah aku? Jika pertanyaan ini kau tanyakan padaku 10 tahun lalu, aku tahu pasti bahwa tanpa ragu pasti aku akan menganggukan kepala dan menjawab ya. Tapi kini, cintakah?? Entahlah... Kita tahu pasti bahwa jalan panjang yang telah kita lewati selama ini tidaklah mudah. Seringkali aku tersandung dan jatuh. Kau juga begitu. Adakalanya aku begitu lelah menatap aneka tagihan kebutuhan rumah tangga yang datang, seringkali juga aku begitu lunglai mengingat semua tanggungjawab yang ada di pundakku. Dengan jadwal kerja yang terasa mencekik leher, dan kamupun juga kadang tenggelam dalam ego laki-lakimu. Gelora masa muda kita telah sirna. Semakin lama, debaran-debaran itu...

Sebait Luka Masa Lalu

Buat kamu…Ya kamu disana. Harus dengan apa aku menyebutmu ya? Cinta pertamaku? Masa mudaku? Mimpi-mimpiku? Sejuta asa ku??? Atau…..patah hatiku…? Kah….? Aku bahkan tidak tahu lagi harus menyebutmu apa. Karena saat itu, buatku, kamu adalah duniaku. Yang mampu membuatku sanggup melakukan apa saja. Mengejarmu tiada henti dan lelah, mengesampingkan segala ego dan rasa maluku sebagai wanita, yang harusnya menjaga kodrat dan harga dirinya. Kamu, yang pesonanya bagaikan medan magnet, menarikku begitu kuat dalam pusaranmu. Karenamu, aku pernah punya berbagai mimpi indah. Karenamu, aku baru tahu kalau jatuh cinta itu rasanya luar biasa. Bersamamu, kulihat sisi lain dunia, yang bahkan tak pernah kubayangkan sebelumnya. Tapi, perlahan, aku mulai lelah, cinta….Saat kau tak juga menjelaskan , apa maknaku buatmu. Padahal ini sudah ke sekian musim berganti. Bagaimanapun, aku tetap wanita, aku butuh kata itu, memaknaimu dalam hidupku, menyatakan kepemilikanku atas kamu. Rasanya pedih saat ...